Sabtu, 19 Januari 2019

Dendeng Balado Dlala Enak Rekomendasi (Iklan)



Hai Guys...


Kalau di blog aneh ya pakai Hai Guys.. Padahal ini kan tulisan.

Oke, kali ini saya mau posting jualan saya sendiri yaitu Dendeng Dlala. Nah Dendeng Dlala itu adalah dendeng sapi balado yang brand image nya udah pasti enak dan bikin ketagihan. Yang membedakan dengan dendeng lain. Biasanya kalau makan, walaupun renyah tapi ada bagian yang keras.

Beda banget sama dendeng Dlala ini. Semua permukaannya crunchy nan renyah. Kalau dimakan dengan sambal dan nasi hangat dijamin ketagihan dan gak berenti makan. Oiya karena dendeng ini renyah dan ringan, uda pasti cocok banget kalau mau dibawa untuk jalan jalan ke luar negeri. Daripada bawa abon dan rendang, dendeng balado Dlala bisa banget jadi pilihan.

Terbukti, temen temen yang udah pesen pas jalan jalan Asean Trip kebantu banget sebagai pelipur lara. Apalagi kalau bumbu masakan di tempat kita berpelesir sama sekali gak nyambung sama nih lidah. Kan susah ya, nemu restoran padang di luar negeri. Udah kebukti banget kalau dendeng dlala ini cocok banget sebagai obat kangen pas kamu lagi travelling ke luar negeri atau dalam negeri.

Oiya seneng banget, dendeng ini udah direkomen sama mas anca n ius di Instagram lho. Pengen banget diendorse sama artis2 yang lain deh. Semoga ya 2019 ini, aamiin

Ok deh sekian postingan kali ini.Yang mau beli, bisa klik link di bawah ya.

Minggu, 24 Juni 2018

Apa yang Gua dapet Tentang Turki


Kalau membaca blog atau cerita perjalanan di Turki di internet, beberapa mainstream sekali isinya. Contohnya, naik balon udara, pose di Library Ephesus, atau makan Turkish Ice Cream yang dipermainkan oleh penjualnya. Betul kan? Karena itu saya ingin menulis sesuatu yang berbeda. Tapi, CMIIW, pengalaman ini ditarik dan disimpukan saya selama 8 hari menginjakan kaki di Turki. I am open for any correction.

Batas Suci Mesjid/Musholanya Beda
Beberapa kali di tempat belanja atau lokasi wisata, saya sengaja ambil posisi paling depan kalau berjalan bersama rombongan tur. Tujuannya gak muluk muluk kok. Pertama, supaya dapet foto tanpa kerumunan orang banyak. Kedua, kalau ada yang bagiin sampel gratis, saya yang bisa nyicipin terlebih dahulu  :p

Tapi, ada satu cerita yang agak berbeda gara gara saya start nya duluan. Bisa jadi saya yang agak kurang beruntung. Tepatnya ketika petang, di mesjid yang bernama Isa Bey. Lokasinya ada di Kusadasi. Nggak semua tur travel pergi ke mesjid ini. Untuk masuk ke area halaman mesjid, ada undakan tangga yang tidak terlalu tinggi. Sesampainya di atas,  terdapat taman kecil yang di kelilingi reruntuhan bangunan khas romawi yang masih terjaga keasriannya. Ternyat, reruntuhan ini memiliki material yang sama dengan Kota Kuno Ephesus. DI tengah taman tersebut terdapat lokasi wudhu dan kursi yang menghadap Masjid Isa Bey.

Karena saya kurang tertarik dengan taman yang kecil. Saya masuk menuju masjid paling awal. Begitu saya mau masuk melewati pintu, refleks alas kaki yang saya pakai dilepas sebelum pintu. Dimana ada lantai dari awal masuk pintu hingga undakan yang beralaskan karpet. Saya pun jalan dengan kaki telanjang sambil mengamati interior masjid yang dibangun di tahun 1374. Lalu, seorang Bapak Tua pun langsung bertanya asal saya dari mana? Setelah saya jawab, dia memanggil saya sambil sibuk menulis sesuatu di secarik kertas. “Eh dapat lotere nih” pikir gua.

Tapi ternyata harapan itu pun sirna #yakeles. Di secarik kertas yang hanya berukuran 10x10cm ternyata dijelaskan dengan bahasa Indonesia. Kalau batas suci di masjid itu adalah ketika kaki ini akan naik ke atas karpet. Bukan seperti di Indonesia yang tepat sebelum tempat wudhu atau pintu masuk masjid.


Lah terus karena saya sudah kepalang dibilang haram atau najis. Jadilah saya pakai sepatu secepatnya (supaya gak dipelototin). Saya pun ikut mewarning rombongan yang mau masuk dan melepas alas kaki persis seperti saya. Bapak yang tadi pun juga masi sibuk untuk mewanti wanti rombongan yang datang setalahnya.


Sebenernya walau udah pernah diwarning, kami seringkali kagok untuk menyesuaikan dengan budaya setempat. Berbagai cara WNT (Warga Negara Turki) memfasilitasi jamah yang mau shalat supaya kakinya tetap bersih nan jauh dari najis. Contohnya, ada mushola yang memberikan sandal (Tapi seringnya jumlahnya sedikit) atau ada juga yang menyediakan tisue. Jadi sepatu dicopot tepat di lokasi wudhu. Dan di atas kerannya sudah disediakan tisue gulung yang bisa diambil sebanyak banyaknya untuk mengeringkan kaki. Alasan kedua kagoknya menurut saya, karena perginya sesama orang Indonesia. Jadi kebiasaan banget buat copot sepatu dengan bebasnya. 

Walaupun sudah melewati pengalaman tersebut. Di hari terakhir ketika akan shalat Dzuhur di Bandara Sabiha. Marbot yang jaga Mushola tetap ngomelin karena.... kita juga sih yang gak inget. Intinya selesai wudhu, lap deh tuh kaki yang basah dengan tisue yang sudah pasti ada dan disediain gratis tis. Beda sama di Indo yang sabun belum tentu ada. Apalagi tissue....

Males Adzan
Kalau dilihat dari letak geografisnya, entah kenapa otak saya suka sekali berpikir kalau negara negara yang berdekatan dengan Saudi Arabia lebih mudah untuk menerapkan praktik ajaran agama islam. Apalagi kalau merdekanya sudah lama. Dan yang memerdekakan memang benar benar teguh memegang nilai nilai islam.

Turki yang sangat terkenal dengan cerita perebuatn Konstantinopel (bagian negaranya yang ada di Eropa) oleh Muhammad Al Fatih, sangat jomplang ketika negaranya dipimpin dengan sistem kekuasaan yang sekuler. Yaitu berlangsung sejak tahun 1930-an. Salah satu cirinya, adalah bangunan Hagia Sophia yang dirubah fungsinya dari mesjid menjadi museum hingga saat ini. Nah sampai sekarang interior museum ini juga masih banyak aktifitas renovasi. Alasan dilakukannya dan rumornya tidak akan pernah selesai karena khawatir dialihfungsikan kembali menjadi mesjid oleh masyarakat Turki.

Nah, sebagai masyarakat Indonesia yang pernah mendengar sayupan berita berita nan indah ketika Presiden Erdogan didukung penuh oleh WNT. Terutama ketika adanya berita kudeta kedua dimana bandara sampai dikuasai militer. Ada lagi video dan berita yang menunjukkan WNT shalat subuh berjamaah yang memenuhi masjid masjid. Pasttnya membuat saya makin penasaran tentang WNT ini dalam mempraktikan syariat islam.


Rasa penasaran saya mulai terjawab secara tidak memuaskan perlahan lahan. Dimulai dari kota pertama yang saya sambangi ketika datang ke Turki, Bursa. DI Bursa, kayaknya semua warga Indo yang ikut travel rata rata dibawa ke hotel KarvenSaray. 
Sebelum rombongan turun dari Bus untuk beristirahat dan makan. Semuanya diingatkan bahwa akan ada morning call ke setiap kamar jam 5 pagi untuk Shalat Subuh. Kalau berpatokan ke aplikasi shalat, saat itu waktu dimulainya subuh adalah jam 4.57 pagi. Maka pasti kami shalat jam 5 pagi. Sesudahnya, kami pun siap siap untuk berkemas. Nah ini dia gongnya. Pada pukul 5.20 baru lah terdengar suara adzan subuh dari luar hotel. Jadi lah kami bertanya tanya, siapa ini yang eror? Aplikasi handphone atau masjid setempat?

Sesampainya di bus, banyak anggota rombongan yang bingung dengan adzan yang gak sesuai ini. Lokal guide yang bersama kami pun menjelaskan. Kalau ternyata Habit WNT memang malas malas. Jadi adzan dikumandangkan biasanya 20-30 menit setelah waktu yang real time atau seharusnya. Waduu...

Salah satu bucket list saya juga pingin membuktikan masjid yang penuh di waktu subuh. Eh gak taunya, mesjid yang diceritakan itu adanya di Ankara, Ibukota Turki. Laah, saya pikir di mesjid kota besar kayak Istanbul. Jadi agak gagal ya memahami negara tetangga yang jauh ini.

Sabtu, 17 Februari 2018

Trung Nguyen Coffee Review -Saigon-

Saigon atau yang sakarang kerap dikenal dengan Ho Chi Minh adalah ibukota Negara Vietnam yang memiliki banyak ragam kuliner. Salah satunya adalah kopi. Bak seperti Indonesia yang belum disokong dan promosi jor joran mengenai hasil buminya. Memilih kopi lokal yang enak menjadi agak sulit buat gua dan dua orang temen nge-trip yang bukan coffee expertise. Ditambah kita juga enggak terlalu niat browsing via mbak google, sehingga pilihan bertanya ke receptionist hostel menjadi pilihan. 

Gua: Mbak, mbak. Di dekat sini coffee shop yang enak dan tempatnya asik apa namanya?
Mbak Receptionist: Hmm.. (sambil tersipu malu)... Apa ya....?

Kami pun menunggu isi jawaban dari si Mbak

Mbak Receptionist: Banyak kok, semuanya juga terkenal hohoho (sambil ketawa sok manis)

Gubrak!!!

Jumat, 16 Februari 2018

Espressino Review

Kopi yang enak itu, yang tempatnya asik. Setuju? Kalau buat saya pribadi, yang lebih memilih teh dibandingkan kopi. Jadi bias antara kopi yang enak, biasa, dan enak sekali. Mau brand nya merek Bintang Jatuh, Microsoft Excel, yang penting tempatnya nyaman, musiknya asik, dan harganya nggak over price (Yang terakhir pasti pada setuju sama saya).




Review pertama ini saya mulai dari Kedai Espressino yang berada di Jalan Bango Raya (di bawah naungan jalan tol Depok Antasari yang masih dibangun), Pondok Labu, Jakarta Selatan. Paling gampang sih cari aja, Sekolah Al-Jabr. Mungkin kalau weekday, isinya mama mama yang nunggu anaknya sekolah. FYI, saat ini jam bukanya masih dari jam 09.00 - 17.00 WIB as a starter they said. Karena gua kemarin sore tiba jam 17.00 an dan sudah tutup (pengunjung kecewakkk).  Sebagai kedai kopi yang lumayan punya banyak saingan di sekitarnya dengan kombinasi barbershop. Kedai Espressino tampil chic karena desain eksteriornya yang berlatarkan warna biru muda. Bahasa orang desainnya Baby Blue (nge-google duluk).


Kopi yang ditawarkan berasal dari mixing kopi gayo dan toraja (hasil interview dengan mas barista, bukan dari papila lidah gue). Ambience kedai Espressino ini asik kok, terlebih pagi-pagi sendu begini lagu yang dimainkan adalah lagu lagunya Maroon5. Selain ngopi, Espressino juga menjual makanan berat seperti nasi goreng, spaghetti, soto betawi, dan ada juga cakes of the day. Pilihan gua jatuh ke hot cappuccino yang rasanya.... Ok gua bukan coffee expert. Rasanya ya rasa cappuccino aja tapi karena gua melihat sang barista pakai susu merek Green Field, dimana toko sebelah pakai lokal. Logika berpikir gua menyimpulkan kopinya enak untuk penggila dan penggemar minuman berkafein ini.





Dari segi harga, kedai ini memberikan harga yang variatif. Misal kamu lagi gak punya uang banyak karena udah tanggal tuak, bisa juga beli es kopi susu yang harganya cuma Rp,18.000 (sebelom pajak). Atau gak suka ngopi tapi butuh untuk ikut gaul sama temen temen yang kekinian bisa juga beli es tehnya aja yang merupakan pilihan bijak untuk kaka kaka atau dede dede SMA dan SD terdekat.

So! Rakyat Jaksel yang pingin gaul, maybe you need to chill out, hang out pamer, or sekedar numpang kerja dan menumpahkan ide kreatif seperti gua yang nan single but happy ini. Tunggu apa lagi, buat dirimu lebih gaul dan berfaedah!!!
...
..
.
.
.
Setelah selesai membuat posting dari blog ini, playlist nya masih Maroon5... (untung enggak kaya kaset ngadet yang playlistnya dikit dan ngulang ngulang lagunya)

Senin, 03 April 2017

Sandwich Ala Minute



Sandwich toast ini saya buat lantaran daripada bahan bahannya basi. Dulu saya tipikal sayang sayang bahan. Kalo bisa disimpen dan bisa dipake kemudian hari, itu lebih baik. Tapi sekarang prinsip itu pudar. Karena barang yang disimpen walaupun ditaro kulkas, ujung ujungnya berjamur atau kelupaan dan dibuang.

Nah bahan yang harus saya habisi adalah smoked chicken. Yang sebelumnya saya masak sama adi di menu alpuket (nanti menyusul yaa videonya).

Bahan untuk toast ini adalah
1. Toast gandum (saya beli di foodmart) 2buah
2. Keju cheddar 2 slice iris panjang
3. Smoked chicken sliced potong panjang
4. Butter 2 sdm
5. Saos spicy tomat kewpie 2 sdm
6. Parmesan keju bubuk 2 sdm

Tahap
1. Panggang roti sekitar 3 menit sampai garing
2. Susun keju, smoked chicken, dan taburi dengan keju parmesan
3. Hiasi dengan saus dan taro butter
4. Micrawave agar butter meleleh
5. Sajikan



Jumat, 17 Maret 2017

Membuat Poach Egg

Membuat Poach Egg



Saya sejujurnya tidak terlalu suka poach egg atau telur setengah matang. Why? Karena setelah makan, bau amisnya seakan akan menempel di langit langit mulut. Belum lagi ada sensasi di gelas yanb kita minum. Mungkin gua juga yang lebay sama bau makanan yang kaya akan kolesterol ini. 

Tapi, tapi nih ya. Kalau ada poach egg tuh yummy banget kelihatannya. Belum lagi kalau ditekan dengan sendok, luber kemana mana. Rasanya menambah nafsu makan kaan? Membuat sensor otak menelan ludah kalau melihatnya sewaktu lagi lapar.

Karena saya tidak terlalu suka, maka buatnya pun jarang jarang. Satu resep yang menurut saya paling akurat seperti ini.

Bahan
1 buah telur kualitas oke. Pecahkan dan taro di dalam mangkok kecil
2 sdm cuka apel atau cider vinegar
Air untuk merebus

Alat
Sendok sayur yang berlubang

Metode
  1. Panaskan air hingga mendidih
  2. Masukkan cuka apel
  3. Putar air membentuk arus lingkaran seperti whirlpool. 
  4. Masukan telur ke tengah tengah pusaran
  5. Masak hingga 3-5 menit
  6. Angkat dengan sendok berlubang




Rabu, 15 Maret 2017

Hotcake bukan Pancake



Dulu saya suka banget pesan pancake kalau sedang nginap di hotel. Apalagi begitu tahu rasanya Maple syrup yang dipadu padankan dengan butter. Beuh, surga papila rasanya.
Nah, begitu sudah ada pancious, baru deh saya tahu kalau pancake bisa juga dihidangkan menjadi satu sajian yang gurih. Tidak lagi dengan selai, es krim, atau maple syrup. Tetapi menggunakan telur, sosis, beef bacon, dan goreng gorengan lainnya.

Saat ini kalau mau buat pancake, sudah sangat mudah sekali. Dahulu mah sampai bingung bingung. Apa yang salah dengan adonan yang saya buat. Alih alih jadinya malah crepes atau adonan yang getir karena kebanyakan baking soda. Maklum, dahulu resep cuma tertulis. Atau juga cuma di TV yang gak bisa direwind. Sedangkan sekarang bisa jelas jelas dilihat di youtube. Disave dan ditonton ketika sambil masak.

Ternyata selain pancake, ada yang namanya hotcake. Actually sebenarnya sama aja. Cuma nama hotcake lebih dipopulerkan di Jepang. Saya belum browsing in detail, apakah karena ada satu brand yang menjual dengan nama hotcake, atau mengapa.

Nah, ternyata membuat hotcake itu sangat mudah. Dan saya sih lebih suka ya. Karena satu resep cuma jadi 3 pieces. Berbeda dengan pancake yang adonannya agak encer, sehingga memasaknya lama.


Minggu, 19 Februari 2017

Resep Sate Taichan


Sate Taichan, berderet deret tenda kaki lima di bilangan Senayan, Jakarta Selatan berjualan dengan nama yang sama ketika saya melaluinya dengan ojek online. Saya pun penasaran dan bertanya kepada driver tentang sate taichan. Kata driver, perbedaannya ada di bumbunya yang bukan kacang. Saya pun cuma mengiyakan saja, sambil memerhatikan kalau rata rata semua kaki lima memiliki pembelinya masing masing.

Singkat cerita, di lain waktu saya pulang kerja dan berhenti sejenak di bilangan Blok M. Kala itu, saya merasa masuk angin dan harus mengisi perut dengan makanan. Efek ini terjadi karena saya sempat telat makan. Kalau orang lain ada yang malah sakit lambungnya, jika saya naiklah asam lambungnya. Efeknya adalah pembuluh darah menyempit, kepala pening, dan mual.

Kalau sudah begitu, selain mengeluarkan isi lambung. Saya harus mengisi perut walaupun hanya bisa sedikit. Biasanya makanan manis, atau berrempah seperti jahe adalah penolong yang paling handal. Maka malam itu, satu pedagang kaki lima yang menjual sate jadi pilihan saya.

Ketika memesan, dia menanyakan ke saya. Mau bumbu kacang atau taichan? Langsung saya menjawab kacang tanpa pikir panjang. 

Baru termakan dua tusuk dan dua lontong, saya tidak bisa memasukkan makanan lebih banyak. Akhirnya saya meminta abang penjual untuk membungkus sisa sate dan lontong tadi. Sambil basa basi, saya pun penasaran bumbu taichan itu apa? 

Jumat, 17 Februari 2017

Gohu Ikan



Banyak yang belum tahu kalau ikan mentah tidak hanya populer di Negeri Matahari Terbit atau Jepang. Padahal masyarakat Sulawesi memiliki menu yang serupa, disebut dengan Gohu Ikan. Bedanya kalau sashimi jepang, bisa dari bermacam macam ikan. Gohu ikan akrab dengan ikan tuna.

Ketika saya memposting masakan ini di Instagram @renandra banyak yang menuai pesan agar berhati hati mengonsumsi ikan mentah. Ada benarnya memang. Beberapa ikan yang tidak terjamin, malah akan membawa penyakit atau cacing dan bisa berkembang biak di tubuh yang memakan.

Maka dari itu, saya pun hanya berani mengolah dari ikan yang memang khusus untuk hidangan sashimi. Membelinya pun di supermarket Jepang Papaya, yang saya tahu supliernya siapa, hehe.

Yang mau coba, gampang banget, ini resepnya suda direkreasikan dengan sentuhan lokal dan jepang. Pastinya akan membuat lidah yang makan bergoyang. Resep aslinya hanya menggunakan lemon cui atau jeruk kunci sebagai enhancer rasa amis dari ikan dan mengurangi potensi bakteri (Ih mulai serius). Tetapi saya tambahi sedikit shoyu atau kecap jepang yang ternyata malah membuat perpaduan rasa yang aduhai.

Ikut Lomba Part 3

Perbedaan part 2 dan 3 tentunya sangat signifikan dari segi kesibukan, budget, dan pengalaman. Beruntung di lomba kali ini, gua bisa satu tim dengan Adi. Orang yang passion dan skill nya sangat kuat di dunia videografi, fotografi, dan persinetronan (bukan drama dalam tanda kutip lho). Selain itu, Adi pernah bekerja di bidang marketing food industry, dimana tahu dengan benar angle angle yang oke untuk mengambil gambar maupun video.

Untuk janjian dengan saya memang tidak mudah. Adi yang sibuknya macem macem dan saya yang kerja office hour ditambah deadline lomba yang sudah sangat dekat menjadi kendala utama buat kita berdua. Setelah melalui proses dealing waktu janjian yang agak rumit, akhirnya kami setuju mengerjakan lomba di Hari Selasa, dimana lima hari setelahnya (Hari Minggu) video sudah harus dikirim ke panitia.

Rabu, 15 Februari 2017

Ikut Lomba Part 2

Gua inget, dulu pas jaman kuliah. Ada satu kompetisi memasak juga. Yang mengadakan temen temen satu jurusan sendiri. Bahan bakunya juga tempe, sama kaya kompetisi yang gua kerjain tahun ini bareng Adi. Bedanya, tahun 2009 (kalo gak salah) gua mesti buat menu yang lansung dibuat dan dibuat dalam satu tim.

Kali itu pilihan gua, jatuh ke anak laki laki berbadan besar yang bernama Ari. Ari ini tukang makan. Bisa dilihat dari size badannya yang montoq. Sebagai orang yang tukang makan, sudah pasti mindset Ari untuk makanan adalah enak dan enak sekali. Tapi karena beliau baik hati dan kadang royal untuk jajanin gua makanan.

DI kala itu, kita sama sama sibuk untuk ngerjain proyek dalam acara yang berbeda tapi masih satu rangkaian. Alhasil, mau belanja bahan pun dilakukan last minute. Nggak sempet browsing resep, beli bahan juga asal asalan, maunya murah tapi bagus. Usaha yang gak serius itu kita mesti hadapi sewaktu lomba akan dimulai.

Jumat, 10 Februari 2017

Ikut Lomba Part 1

Video maker. Something that i was used to in High School. Gua iseng iseng bawa kamera pocket ke sekolah, capture semua gambar dan video yang penting dan gak penting. Dan belajar U-lead video maker sama Anak yang rada tengil, called him Yudo (dipelesetin dikit).

Membuat video adalah salah satu passion terpendam gua. Entah karena bisa ngejelek2in temen sekelas, atau memang gua berbakat. Pada akhirnya video ini dijual ke temen temen sekelas. Feedback mereka? Pada seneng banget, apalagi gua bisa Riya karena cuma kelas gua aja yang punya. Feedback nyokap? Kok gak dijual lebih mahal lagi... Hmm... Gua pun yang bukan otak dagang, masukin kuping kanan keluar kiri aja.

But time flies. Gua masuk kuliah, suasana ganti, and koneksi internet belom secepet sekarang. Video lokal paling terkenal yang ada di Indonesia, mungkin Ariel dan kawan kawan. Sampai akhirnya banyak video lokal yang edukatif dan inspiratif bisa masuk ke youtube, sampai buat channel sendiri bahkan artis di masing masing socmed. Sebutkah youtuber, celebgram, atau celebtweet. Beberapa temen berceloteh ke gua untuk bikin video masak. 'Lah motong kentang aja belom becus', walau dalem hati, kalau acting bisa sih diatur.

Minggu, 05 Februari 2017

Sukun Salad

Gorengan lagi, gorengan lagi. Begitulah menu sejati di rumah saya. Semua yang
digoreng pasti enak, tinggal diungkep atau tepungi, goreng. Selesai.

Sore itu, saya melihat Mbak sedang mengukus sukun. Ukurannya cukup besar. 
Saya minta dua potong dan saya oleh deh menjadi salad sukun dengan resep dasar Potato Salad
dari Cooking with the Dog. Beruntungnya, sukun yang dibeli Ibu saya manis banget rasanya.
Enak banget deh pokoknya. Untuk dressing saya menggunakan bumbu wijen dari brang kewpie.




Bahan
Sukun 300 gram kukus potong dadu
Wortel 1 buah serut
Timun 1 buah iris tipis
Telur rebus 1 buah potong dadu
Bawang bisa bombay 1/2 potong iris tipis
Ponzu atau saus wijen 2 sdm
Wijen hitam
Cuka beras
Garam dan merica

Cara membuat
Persiapan:
  1. Wortel yang sudah diiris seduh dengan air panas. Tiriskan. Rendam dengan air es dan berikan cuka beras 1 sdt.
  2. Berikan 1 sdt garam pada ketimun. Aduk diamkan 1 menit. Peras kelebihan air dari ketimun dengan tangan.
  3. Berikan 1 sdt garam pada bawang bombai. Rendam dengan air es dan diamkan 1 menit. Peras kelebihan air dingin dan tiriskan.
  4. Masukan sukun pada mangkok, tambahkan timun, bawang dan wortel. Tambahkan garam dan aduk.
  5. Masukkan potongan telur, bubuhi dengan saus wijen dan aduk.
  6. Tambahkan lada dan wijen hitam.
  7. Sajikan.

Sabtu, 17 Oktober 2015

Earl Grey Ice Cream

Salah satu teh favorit saya adalah Earl Grey. Aromnya sangat khas nan menentramkan jiwa. Setelah saya cari cari, ternyata teh hitam ini dicampur dengan minyak jeruk bargamot. Untuk menikmati teh ini, bisa dibuat panas maupun dingin. Earl Grey dingin sangat nikmat apabila dicampur dengan perasan jeruk lemon dan irisan buahnya. Panas terik matahari akan lumpuh seketika dengan kesegaran teh ini.

Kemarin, baru saja saya menemukan salah satu resep earl grey, yaitu home made ice cream tanpa churn. Churn itu sendiri adalah kembang es. Yang kalau dimakan, manambah ketidakenakan tekstur. Hmm..Sayapun tertarik dan tertantang membuatnya. Beginilah resepnya

Bahan
2 cup heavy cream atau double cream
2 tea bag early grey yang sudah dikeluarkan dari kantongnya
3 sdm corn syrup

Cara membuat
Panaskan cream di panci dan tambahkan earl grey
HIngga terlihat gelembung di pinggiran panci. Angkat dan biarkan si teh mencampur dengan krim
Saring krim hingga tehnya tertahan di saringan
Masukkan ke dalam freezer selama 3 jam
Keluatkan dan masukkan corn syrup, kemudian aduk dengan mixer hingga kembali menyatu
Masukkan kembali ke dalam freezer selama 8 jam

Ketika saya mencoba di pagi ini dan ditambahkan maple syrup. Rasanya surga banget. Kalau resep aslinya menggunkan susu kental manis. Kamu bisa coba kedua resep yang ada.

Tips dari saya: ternyata teksturnya sangat keras jika dikelurkan langsung dari freezer. Sabar sabar dulu lah, Bro and Sis.

Senin, 28 September 2015

Ulak ulak (38-100)


Ulak ulak. Di daerah Jawa Barat lebih dikenal dengan karedok. Makanan yang berasal dari timur Indonesia ini memiliki bahan sayuran seperti kacang panjang, daun kemangi, kol, dan ketimun. Jika karedok, khas dengan sayuran lenca, namun tidak pada ulak ulak.

Perbedaan yang menonjol lagi adalah pada bumbu kacang yang digunakannya; Jika karedok menggunkan kacang tanah, maka ulak ulak menggunakan kacang kenari. Pada resep yang saya buat, saya menggunakan kacang mede yang sudah digoreng. Selain itu, penggunaan asam jawa dan jeruk cui juga menjadi bahan penyegar pada bumbu sehingga ketika dimakan bersama dengan sayuran, rasa aromatik daun kemangi dan segarnya asam semakin mencampur.

Salah satu tips makan enaknya, adalah dengan menggunakan kerupuk. Saya yang tidak begitu suka salad khas Indonesia, begitu lahap memakan panganan ini.



Sabtu, 26 September 2015

Sambal Raja (37-100)


Pagi di Hari Minggu, biasanya sarapan yang tersaji di meja adalah nasi goreng. Atau bisa jadi ketupat sayur maupun bubur ayam. Tetapi hari ini saya membuka kembali buku Pak Bondan. Tampaknya sambal raja tidak terlalu pagi untuk disantap dengan nasi putih hangat yang pulen. Apakah itu sambal raja?

Sambal ini adalah makanan khas kutai. Sambal ini lebih kerap di telinga kita dengan nama balado. Sayuran yang ada di dalamnya meliputi kacang panjang dan terong ungu. Bedanya, telur yang biasanya bulat dan di balado, di sambal ini sudah dipotong atau dicacah. Sehingga ketika memakan sambal ini, semua rasa sudah tercampur menjadi satu. Antara potongan bawang merahnya, renyahnya kacang panjangs dan terong, serta umami dari dari lezatnya putih atau kuning telur.

Salah satu tips yang saya temukan untuk melahap makanan ini adalah menggunakan kerupuk putih. Jadi seperti dibuat topping di atasnya. Perpaduan kriuk dan gurihnya sambal ini membuat saya tidak bisa berhenti makan. Bahkan yang biasanya saya hanya sekali sarapan, tadi jadi tambah sampai dua porsi.

Selamat mencoba

Minggu, 20 September 2015

Sambal Lu'at in Trial



Sambal lu'at merupakan sambal khas dari NTT yang menjadi teman makan se'i atau daging asap. Apakah komposisi dari sambal lu'at ini? Namun sebelumnya, apakah Kamu pernah coba sambal dabu dabu? (yang harusnya lebih familiar). Menurut saya, secara komposisi mirip dengan sambal dabu dabu namun keduanya menggunakan zat asam yang berbeda.

Jika dabu dabu menggunkan perasan jeruk nipis dan tomat sebagai zat rasa asamnya. Sambal lu'at menggunakan belimbing wuluh atau jeruk nipis yang diris tipis tipis sebagai pemberi rasa asam. Kemudian perbedaan yang paling mencolok adalah pemberian minyak. Jika dabu dabu menggunakan minyak panas sebagai dresing terakhirnya, tetapi sambal lu'at tidak menggunakannya sama sekali.

Berikut adalah resep sambal lu'at yang saya praktekan
4 cabai rawit merah iris tipis
1 tangkai daun bawang
daun kemangi
3 buah jeruk sambel (jeruk purut) dengan ukuran kecil diiris tipis-tipis
Garam secukupnya

Semua bahan saya masukkan ke dalam toples selai, kemudian saya kocok berulang kali. Sehingga garam dan asam dari jeruk nipis akan bereaksi mencampur rasa pedas dari aroma dari bahan lainnya.

Lucu juga rasanya memakan mentah mentah jeruk sambel, yang biasanya hanya dipakai perasan airnya saja di sambal ulek. Adanya irisan daun kemangi membuat rasa sambal ini menjadi sangat unik. Rasa pedas lebih berasa ketika saya selesai makan, dibanding sewaktu ada di dalam mulut.
Ke depannya, mungkin saya pingin mencoba jika jeruk tersebut digantikan dengan belimbing wuluh. Resep lain juga mengatakan ditambah dengan daun siba. Daun siba itu apa ya? please lemme know.






Kamis, 17 September 2015

Hummus


Hummus, makanan yang berasal dari di negara sekitaran Turki, Palestina, dan tetangga tetangganya.  Secara harafiah, hummus adalah kacang chickpea.  Namun, saat ini lebih dikonotasikan sebagai pasta yang terbuat dari berbagai macam bahan. Salah satu bahan yang mendominasinya adalah kacang. Pasta ini dibuat dengan jumlah yang banyak, kemudian dinikmati sebagai saus celupan. Tekstur hummus pada umumnya lembut dan berminyak (dari minyak zaitun), sangat cocok jika dinikmati dengan roti naan atau roti pita yang dipanggang.

Pertama kali saya mencoba hummus, ketika Kakak saya mengajak sekeluarga untuk makan di Turquiz yang berada di bilangan Senopati, Jakarta Selatan. Satu set Hummus yang disajikan memiliki tiga varian rasa (tentunya dibuat dari tiga jenis kacang yang berbeda). Menurut saya yang setiap hari makan nasi sebagai makanan pokok. Agak sedikit aneh untuk melahap hidangan ini. Karena yang ada di benak saya, misalkan hummus adalah makanan pokok Indonesia, rasanya seperti kerupuk yang dicocol dengan bumbu pecel (karena bahan dasarnya kacang juga kan ? ) -> mulai berimajinasi.

Lalu, ketika saya sedang libur, timbul rasa penasaran cara membuat hummus. Akhirnya, saya coba mencarinya disitus youtube seperti biasanya. Pada intinya, hummus tidak memiliki takaran yang saklek untuk komposisi bahannya. Jika ingin mengolahnya dengan cara tradisional, bisa saja kita menggunakan ulekan dan cobek. Tetapi, kacang chickpea yang dijual di Indonesia, sudah dalam bentuk kalengan, yang berarti memiliki tekstur lunak. Keuntungan tekstur yang lembut ini, kamu bisa membuatnya dengan blender atau food processor. Tidak perlu capek capek membuat hummus seperti mengulek sambel.

Bahan untuk membuat hummus banyak tersedia di supermarket besar. Kamu bisa mendapatkannya dalam bentuk yang sudah dikalengkan. Ada roasted chick bean, white bean, garbanzo, dan lainnya. Favorit saya adalah paduan antara baked white bean merek lokal (karena murah) dan ubi cilembu yang sudah dipanggang. Kemudian dipadukan dengan daun ketumbar. Rasanya memang sangat aromatik dan tidak terlalu ke arab araban. Namun, saya tidak bisa berhenti mencocolnya dengan roti pita maupun tomat ceri. Enak sekali rasanya.

Berikut resep hummus favorit saya
1 kaleng roasted baked bean yang sudah dikeringkan
1 cup kecil yoghurt plain
100 gram ubi cilembu yang sudah dipanggang
1 sdm bubuk kari
Daun ketumbar
Garam dan merica
3 sendok makan minyak zaitun

Cara mengolah
Masukkan semua bahan ke dalam food processor. Haluskan hingga tercipta tekstur yang lembut
dan rasa yang Anda inginkan.

Ssst... Kalau Kamu sudah bisa buat sendiri, coba saja cek di zomato berapa harga hummus di restoran sana. Pasti kamu bakal bangga sama diri kamu sendiri.

Selamat hari Jum'at :)

Senin, 14 September 2015

Crispy Veggies



Sayuran yang baik adalah yang diproses dengan waktu yang tidak lama. Apabila dimakan mentah, ada beberapa kandungan zat gizi yang penyerapannya tidak seefekti dibandingkan pangan sudah diolah. Contohnya seperti vitamin A (karoten). Nah, tetapi, tapi nih...  Sayur yang ini enak banget.

Ceritanya bermula ketika saya dan dua teman saya berencana makan di salah satu restoran di Gandaria City. Restoran tersebut memiliki makanan utama ayam dengan saus spesialnya. Sewaktu kita memasuki area makan dan akan memesan, si pelayan menanyai kita, "mau menunggu tidak?".

Spontan, kita langsung tanya, apa sebabnya kita harus menunggu. Si pelayan menjawab jika ada meeting di dalam area kitchen dan lama menunggunya sekitar 15 menit. Karena waktunya masih relevan, kita lanjut untuk memilih menu yang akan dipesan.

Sewaktu kita akan memesan, kita ditanya lagi hal yang sama (dengan waktu menunggu yang lebih lama). Tentunya kombinasi antara lapar dan menunggu bukanlah hal yang baik. Akhirnya saya menanyakan, apa yang sebenarnya menghambat proses pemasakan. Dan ternyata, ada kerusakan pada kompor, jawab si Mbak. Laah, kalau begini, mending bilang alasan yang benar dari tadi, jadinya kita tidak di-PHP-in.

Akhirnya kita berpindah ke restoran peranakan punya Ismaya yang berada di lantai 1. Kita memilih makan tengah dimana lauk pauk dimakan bersama-sama. Salah satu makanan yang kita pesan adalah kailan dengan bumbu hongkong. Setelah menunggu, ternyata kailan yang disajikan tidak seperti kailan biasa. Teksturnya krispi atau renyah seperti nori. Yang kalau digabung dengan bumbu apapun pasti enak.

Teringat dari situ, saya coba coba googling mencari rahasia apakah yang mereka gunakan. Namun tidak banyak orang yang mengolah sayuran menjadi krispi. Kalau diingat ingat lagi, makanan ringan dari jawa barat, keripik bayam kan juga renyah. Tetapi bukan renyah seperti itu yang saya inginkan.

Akhirnya, saya mencoba menelaah video video youtube yang mengunggah makanan asia dengan cara digoreng. Satu hal yang saya dapatkan adalah, mereka selalu menggunkan canola oil atau ground nut oil. Jarang sekali, bahkan tidak pernah saya mendengar mereka menggunakan minyak kelapa seperti yang kita gunakan di Indonesia. Salah satu alasan di balik penggunakan minyak canola dan ground nut adalah titik didih yang lebih tinggi dibandingkan minyak yang lain.

Voila, saya gunakan minyak canola untuk menggoreng bayam yang sudah disiangi tanpa bumbu apapun. Hasilnya? Renyah banget seperti nori. Kayanya gak perlu yaa beli nori lagi kalau sudah bisa masak seperti ini (ya beda juga kalii...). Setelah ditiriskan, kita hanya perlu memberikan seasoning dengan garam. Baiknya sih, garam seperti rock salt atau pink salt.

Oke, selamat mencoba

Minggu, 13 September 2015

Chicken Stroganoff


Chicken stroganoff. Hidangan yang satu ini,  belum pernah saya coba di restoran atau rumah makan. Sebenarnya, saya pingin sekali membuat resep yang satu ini semenjak dahulu. Akan tetapi, begitu melihat resepnya menggunakan krim, cheese cream, atau sour cream (intinya yang menggunakan krim) langsung lah saya kesampingkan dahulu. Mungkin kalau bahan tersebut langsung habis tidak masalah. Tetapi, sering kali hanya setengah dari kemasan yang saya pakai. SIsanya, ya terpaksa harus berakhir di tempat sampah karena sudah tidak enak.

Nah, tetapi ada satu supermarket yang saya temukan menjual barang mendekati expired date dengan harga miring. Bagusnya lagi, hamper setiap minggu, barang tersebut selalu ada. Supermarket itu bernama Bali Gourmet yang berada di bilangan Pasaraya Blok M. Jarak expired date nya bisa dua minggu dari tanggal yang ada. Harganya lima puluh persen dari harga awal. Nah, kemudahan dan kemurahan ini lah yang mengajak saya kembali memasak menu baru dengan menggunkan berbagai macam krim.

Resep yang saya gunakan untuk membuat resep ini, didapat dari Gordon Ramsay. Kalau ada yang mau mencoba, bisa googling pasti langsung ketemu. Nah, salah satu bahan dari resep ini menggunkan white wine. Karena saya tidak mengonsumsi alkohol, maka saya ganti dengan perasan jeruk lemon.
Untuk mencoba memasak resep ini tergolong mudah. Selain ayam, sayuran yang digunakan mudah ditemukan di supermarket, seperti jamur dan kacang kapri. Ayamnya sendiri pada awalnya dibumbui dengan bubuk paprika atau kalau di youtube akan disebut smoked paprika. Nah, bubuk paprika ini memberikan rasa sedikit pedas dan warna merah yang kuat pada ayam. Kalau kamu suka rasa pedas, bisa ditambahkan dengan bubuk cabai.


Namun, ada satu tahap yang saya tidak lakukan pada resep ini, yaitu memasak german spatzele. 
Kalau dilihat lihat, spatzele mirip dengan cheese stick. Dan cukup memakan waktu bagi jika ingin membuatnya.  Spatzele ini ditabur di atas Chicken Stroganoff begitu akan disajikan. Jadi semacam kerupuk asinnya. Dimana ayamnya sedikir gurih dengan saus stroganoff yang agak masam ditambah dengan renyahnya spatzele. Kombinasi stroganoff dengan kekayaan tekstur semakin lezat jika disajikan dengan potato wedges atau mashed potato.