Video maker. Something that i was used to in High School. Gua iseng iseng bawa kamera pocket ke sekolah, capture semua gambar dan video yang penting dan gak penting. Dan belajar U-lead video maker sama Anak yang rada tengil, called him Yudo (dipelesetin dikit).
Membuat video adalah salah satu passion terpendam gua. Entah karena bisa ngejelek2in temen sekelas, atau memang gua berbakat. Pada akhirnya video ini dijual ke temen temen sekelas. Feedback mereka? Pada seneng banget, apalagi gua bisa Riya karena cuma kelas gua aja yang punya. Feedback nyokap? Kok gak dijual lebih mahal lagi... Hmm... Gua pun yang bukan otak dagang, masukin kuping kanan keluar kiri aja.
But time flies. Gua masuk kuliah, suasana ganti, and koneksi internet belom secepet sekarang. Video lokal paling terkenal yang ada di Indonesia, mungkin Ariel dan kawan kawan. Sampai akhirnya banyak video lokal yang edukatif dan inspiratif bisa masuk ke youtube, sampai buat channel sendiri bahkan artis di masing masing socmed. Sebutkah youtuber, celebgram, atau celebtweet. Beberapa temen berceloteh ke gua untuk bikin video masak. 'Lah motong kentang aja belom becus', walau dalem hati, kalau acting bisa sih diatur.